Bimtek PM-AAS Tingkatkan Pemahaman Petani terhadap Pertanian Modern
POLEWALI MANDAR-BBRMP Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi pertanian modern berbasis mekanisasi dan efisiensi budidaya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program PM-AAS dalam mendorong transformasi pertanian modern melalui penerapan teknologi yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas usaha tani.
Pada sesi pertama, materi bertajuk “Teknologi Budidaya Pertanian Modern PM-AAS” disampaikan oleh Ir. Marten P. Sirappa. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa PM-AAS merupakan sistem pertanian modern yang mengedepankan efisiensi, mekanisasi, dan peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya yang terintegrasi.
Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi penerapan sistem tanam benih langsung (tabela), pola tanam rapat, penggunaan varietas unggul, pengelolaan air berbasis Alternate Wetting Drying (AWD), hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern seperti drum seeder, drone pertanian, dan combine harvester.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pertanian modern dalam menjawab berbagai tantangan sektor pertanian saat ini, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, perubahan iklim, hingga tuntutan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Sistem PM-AAS sendiri dikembangkan sebagai model pertanian modern berbasis teknologi tinggi yang menekankan mekanisasi dan presisi dalam budidaya padi.
Pada sesi kedua, Muhammad Syifullah Hiola menyampaikan materi “Pengendalian Hama dan Penyakit dalam Teknologi PM-AAS”. Materi tersebut menitikberatkan pada strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu guna mendukung keberhasilan penerapan PM-AAS di lapangan.
Beberapa hama dan penyakit utama yang dibahas antara lain wereng batang cokelat, penggerek batang, tikus sawah, penyakit blas, hingga hawar daun bakteri (HDB). Peserta juga diperkenalkan dengan teknik pengendalian modern melalui pemanfaatan varietas tahan, pengamatan rutin, penggunaan light trap, hingga aplikasi pestisida menggunakan drone sprayer secara tepat dan efisien.
Kegiatan bimtek berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi terkait penerapan teknologi PM-AAS di lapangan. Para peserta juga menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam proses budidaya, sehingga kegiatan berjalan dinamis dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini diharapkan petani dan penyuluh semakin memahami konsep pertanian modern serta mampu menerapkan teknologi budidaya secara tepat guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan kualitas hasil panen, sekaligus mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(MN)